Noordin M Top & 40 Bidadari Malaysia

Kader bangsa Indonesia, adalah orang-orang yang dipersiapkan secara terencana dan bertahap agar dapat meneruskan dan mempertahankan ideologi dan perjuangan sehingga dapat hidup dan berkembang guna mencapai cita-cita nasional yang mempunyai wawasan nusantara.

Pembaharuan dalam proses pembanguan nasional, adalah tuntutan dan kebutuhan obyektif dari bangsa Indonesia yang ingin maju dalam semua aspek kehidupan  dan mampu menghadapi serta mengadakan penyesuaian diri dengan tuntutan dan kebutuhan dari perkembangan atau gerak maju itu sendiri.

Karya, adalah suatu kegiatan dan aktivitasnya disalurkan secara aktif dan kreatif. Didalamnya ada kerja yang jelas dengan pengabdian yang didasarkan atas jenis kerja dan atau lingkungan kerja.

Sasaran pengkaderan, yaitu segi-segi yang berkaitan dengan sumber daya manusia dimana arah kaderisasi itu ditujukan pada peningkatan kegiatan atau aktivitas secara seleksi.

Konsolidasi mekanisme pengkaderan dilakukan untuk dapat memberikan arahan terhadap sistem pengkaderan yang mampu menjawab tantangan masyarakat dimasa depan.

Konsolidasi penugasan kader, yakni melepas kader pada lingkungan yang lebih luas demi kepentingan bangsa dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat baik dari segi spiritual maupun material.

Konsolidasi intelektual dan potensial kader, yaitu menanamkan pemahaman terhadap nilai-nilai yang baik ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam menyelenggarakan kehidupannya, bangsa Indonesia memerlukan suatu landasan dan pedoman yang kokoh agar tetap mengarah pada tujuan nasional.

Landasan dan pedoman dimaksud, yaitu konsepsi tentang cara pandang yang tersusun berdasarkan hubungan dinamis antara falsafah, cita-cita, aspek sosial budaya, latar belakang sejarah, kondisi geografis serta kesejahteraan termasuk ketertiban dan keamanan. Konsep tersebut dikenal sebagai wawasan nasional dimana di Indonesia disebut dengan istilah wawasan nusantara.

Tujuan kedalam dari pada wawasan nusantara, adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun aspek sosial. Sedangkan tujuan keluar dari wawasan nusantara, adalah mewujudkan kebahagiaan, ketertiban, dan perdamaian dari seluruh umat manusia; terutama perdamaian antar sesama warga negara Indonesia.

Wawasan nusantara merupakan penjabaran dari pada Pancasila agar dapat mengarahkan pembangunan bangsa dan negara Indonesia sehingga tidak menyimpang dari tujuannya. Sebab pembangunan bangsa dan negara tidak akan berfaedah apabila tidak mewujudkan dan tidak berdasarkan satu kesatuan wilayah, satu kesatuan politik, satu kesatuan sosial budaya, satu kesatuan ekonomi, dan satu kesatuan persatuan dan keamanan serta ketertiban. Satu kesatuan dari aspek kehidupan tersebut, bagi bangsa Indonesia adalah satu kesatuan berdasarkan Pancasila dengan ke lima sila nya.

Kehadiran Noordin M Top, cs yang berasal dari negeri Malaysia di tengah-tengah kehidupan bangsa dan negara Indonesia, terkesan hendak merobah akan cara pandang, mentalitas, sikap hidup, dan disiplin masyarakat Indonesia yang berwawasan nusantara.

Dalam menjalankan misinya, Noordin M Top, cs memanfaatkan organisasi JI serta jaringannya dan juga menunggangi suatu agama tertentu sehingga dapat dengan mudah menanamkan doktrinnya pada seseorang  untuk terpesona.

Menunggangi suatu agama tertentu sama halnya dengan bahaya latent ekstrim kanan yang berusaha menghancurkan negara dan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan mau menggantinya dengan negara yang berdasarkan syariat islam dimana kegiatan dan aktivitasnya menimbulkan korban manusia dan harta benda.

Taktik dan tehnik yang digunakan, antara lain dengan mengadu domba antar pemeluk agama, desas desus, fitnah, termasuk bom bunuh diri, dan lain-lain. Sedangkan forum-forum yang digunakan seperti menyebarkan selebaran gelap, manipulasi dakwah dan kuliah subuh, rapat-rapat gelap, menunggangi media massa, dan lain-lain.

Kelompok ekstrim kanan melakukan gerakan-gerakannya di desa-desa maupun di kota-kota dengan menghasut rakyat serta menyalahgunakan agama untuk kepentingan kelompoknya.

Noordin M Top, cs merekrut masyarakat Indonesia menjadi kadernya yang berorientasi terorisme. Kegiatan terorisme adalah  suatu cara teror dengan jalan kekerasan guna mempengaruhi mental masyarakat sehingga menjadi ketakutan dan penuh kecamasan.

Noordin M Top mendidik kadernya agar menjadi seorang teroris yang mampu melaksanakan tugas bom bunuh diri dengan menanamkan doktrin yang berkaitan dengan suatu agama tertentu.

Doktrin yang ditanamkan, yakni apabila seseorang mampu melaksanakan tugas bom bunuh diri maka dia akan mati namun masuk surga. Di surga nantinya dia akan dijemput oleh 40 bidadari.

Sangat naif pemahaman demikian, karena untuk mendapatkan surga bukan dengan jalan bunuh diri dan membunuh orang lain atau sesama. Bidadari hanya merupakan suatu cerita legenda yang hingga kini belum dapat dibuktikan kebenarnnya.

Padahal Noordin M Top sendiri tidak mampu melakukan tugas  bunuh diri dengan memasang bom di tubuhnya,  ini pembodohan pada seseorang namanya. Mungkin yang dimaksud Noordin M Top dengan 40 bidadari, adalah Bidadari dari Khayangan Malaysia. Ada-ada saja orang ini.

Masyarakat Indonesia harus tetap waspada dengan cara meningkatkan pemahaman kerohanian. Kerohanian adalah segi-segi kejiwaan, semangat, mentalitas, dan budi pekerti.

Pembinaan dan pengembangan kerohanian bagi segenap warga negara Indonesia menjadi sangat penting, agar tidak dibodohi oleh orang Malaysia seperti Noordin M Top yang biadab itu,-

Rafans – Manado, 25 Juli 2009,-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: