Teroris : Sketsa Pelaku

Kombes Pol Carlo Tewu – Putera asal Manado, dipercayakan memimpin penanganan kasus peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton dalam kawasan Mega Kuningan Jakarta.

Kemarin Carlo Tewu cs telah merilis sketsa wajah pelaku bom serta juga merilis wajah baru gembong Teroris International Noordin M Top.

Yang Pasti : "Bukan Ini Wajah Pelaku" (Humor)

Yang Pasti : "Bukan Ini Wajah Pelaku" (Humor)

Kepolisian Wilayah Surakarta mulai mem-follow up informasi Carlo Tewu dengan menyebar gambar wajah tokoh Jamaah Islamiyah (JI) yang terlibat sejumlah aksi peledakan bom di Indonesia.

Sketsa Peledak Bom Ritz Carlton

Sketsa Wajah Dua Orang Pelaku Bom Mega Kuningan Jakarta

Wajah teroris asal Malaysia itu dirilis dengan wajah berbeda dari sebelumnya. Itu ditempel disejumlah titik keramaian di kawasan Karatsura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Berbeda dengan wajah sebelumnya, wajah Noordin yang paling dicari ini ditampilkan dalam bentuk yang lebih muda tanpa kumis maupun jenggot.

Meski sepintas sama, tetapi secara umum wajah Noordin M Top terlihat lebih fresh dan tampak lebih muda.

Upaya ini dilakukan mengingat ada kemungkinan buronan kelas wahid ini sering merubah-rubah penampilannya untuk menghindari kejaran petugas.

Kanit Perintis Polwil Surakarta, AKP Awali mengatakan, pemasangan gambar wajah ini diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi dan pro aktif untuk segera melaporkan pada polisi terdekat bila mengetahui wajah yang terpasang.  Menurut Awali : Selama ini sudah sekitar empat kali wajah Noordin M Top dirilis dengan penampilan yang berbeda.

Sketsa wajah pelaku peledakan bom di  Ritz Carlton Jakarta Jumat pekan lalu, menurut Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri yang juga Ketua Tim Disaster Victim Identification – Brigadir Jenderal Eddy Suparwoko, bahwa potongan kepala yang ditemukan di Hotel Ritz Carlton memiliki ciri tubuh laki-laki berusia sekitar 40 tahun, kulit sawo matang, dan rambut hitam lurus pendek.

Sedangkan yang  di JW Mariott ciri-cirinya lelaki usia antara 17-20 tahun, kulit lebih putih dari pelaku di Ritz. Rambutnya hitam lurus pendek, tinggi badan 170 sentimeter dan sepatu ukuran 42″.

Menurut Eddy, penyidik mengumpulkan serpihan tubuh di Hotel Marriott. “Ada potongan tubuh yang cukup besar di samping kepala dan dinyatakan dari satu tubuh.”

Penyidik mencoba mencari perbandingan antara kepemilikan barang di kamar 1808 JW Marriott dengan potongan tubuh itu. Ada kecocokan antara kepemilikan tubuh dengan yang ditemukan di kamar 1808. Karenanya sangat mungkin tubuh-tubuh itu pernah berada di kamar tersebut.

Menurut juru bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, kedua pelaku itu memang menginap di kamar 1808. Temuan itu sangat kuat, yang sekarang masih dalam tahap penyelidikan siapa orang itu (identitasnya).

Potongan kepala yang ada di Hotel Ritz Carlton dipastikan menjadi pelaku pemboman berdasarkan keterangan saksi. Bukti bila potongan kepala di Ritz pernah tinggal Marriott masih kami selidiki.

Sketsa kedua pelaku akan disebarkan. Polisi pun meminta bantuan masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keduanya. Yang mengetahuinya dimohon untuk segera menguhubungi 021-7256586.” Gambar itu sedang dicari siapa sesungguhnya.

Sementara, Ibrahim yakni seorang pekerja bunga sempat dicurigai pelaku bom bunuh diri menyusul keberadaannya hingga kini belum diketahui.

Hanya saja, setelah dicocokkan DNA dengan dua potongan kepala di Ritz Carlton dan JW Mariott dipastikan bukan. Penyidik sudah berusaha keras, kami sudah lakukan pemeriksaan secara seksama namun hingga saat ini tidak ada yang cocok dengan DNA kedua kepala itu, kata Juru Bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna dalam konferensi pers di Bellagio Mall, Rabu (22/7). Ibrahim sedang kami cari. Dia pun menolak menjawab apakah Ibrahim diduga sebagai pelaku ketiga.

Keluarga Nur Hasbi alias Nur Said pun telah menjalani tes DNA. Hasilnya, tidak identik dengan pelaku. Mengenai keluarga Baharudin, mereka belum kami tes DNA.

Polisi sebelumnya menduga potongan kepala itu adalah Nur Said. Karena itu, DNA kedua orang tuanya, Muhammad Nasir dan Tuminem, dicocokkan. Uji DNA juga dilakukan kepada keluarga Ibrahim, penata bunga Hotel Ritz Carlton.  Namun semuanya tidak cocok.

Polisi telah menyatakan dua potongan kepala itu sebagai pelaku bom bunuh diri. Kedua potongan itu menjadi tujuan utama penyidikan, ujar Kepala Disaster Victim Investigation Mabes Polri Brigadir Jenderal Edi Suparwoko.

Nur Said disebut-sebut sebagai pelaku bom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang dan sekitar 60 orang luka di kawasan bisnis Mega Kuningan Jakarta itu. Selain memeriksa kedua orang tuanya, polisi juga mendatangi Pesantren Al Mukmin Ngruki, untuk mencari tahu tentang Nur Said, yang juga alumni pondok tersebut.

Rafans – Manado, 23 Juli 2009,- (Sumber JPNN).

Satu Tanggapan

  1. Pastikah kepolisian dapat menangkap dalang pelakunya…Itulah yang selalu ada dipikiran saya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: